Pemuda Harus Segera Lakukan Gerakan Nyata Selamatkan Lingkungan

PANGKALPINANG - Sampah merupakan hasil dari aktivitas manusia, keberadaannya tidak dapat dihindari dan harus dikelola dengan baik, karena pengelolaan sampah yang tidak saniter dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas kepemudaan dan Olahraga (Kadiskepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Suharto saat membuka acara Webinar Challenge dan Webinar Pengelolaan Sampah Rumah Tangga beserta Pemanfaatan Limbah Perikanan secara virtual melalui aplikasi Zoom dengan tema “Saatnya Berdaya, Bukan Bergaya” tingkat Provinsi Babel tahun 2020, Sabtu (24/10/2020).

Suharto mengatakan, salah satu dampak negatif pada lingkungan disebabkan oleh berbagai bahan berbahaya dan beracun (b3) yang terkandung dalam sampah. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu estetika lingkungan, menimbulkan bau serta mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Menurut Kadiskepora, pengelolaan sampah saat ini, berdasarkan Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 dan PP nomor 81 tahun 2012 dilakukan dengan dua fokus utama, yakni pengurangan dan penanganan sampah.

Pengurangan sampah seperti yang dijelaskan, disebutkannya, dilakukan mulai dari sumber sampah sampai pada pengelolaan akhir, dimana pengurangan sampah diwujudkan dengan keterlibatan aktif masyarakat maupun pihak pengelola sampah.

Suharto berharap, kesadaran akan peningkatan  kualitas dan kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui kegiatan pemberian pengetahuan kepada publik serta melakukan aksi nyata terkait pengelolaan sampah rumah tangga  dan pemanfaatan limbah perikanan.  

Ia berpesan, para pemuda harus segera melakukan intervensi dengan gerakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan, supaya lingkungan tetap terjaga.

Lebih lanjut Suharto mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui Diskepora Babel sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, supaya semakin banyak masyarakat Babel khususnya para pemuda yang sadar dan peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Narasumber kegiatan tersebut adalah Ranitya Nurlita merupakan aktivis lingkungan dan founder wastehu.id serta Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr. Andri Kurniawan.

Webinar tersebut diikuti Pembina Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kemenpora RI Rokhmi Vita Kusuma, Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Diskepora Babel Ferdiyan Hermawan Loebis, Kasi Pengembangan Pemuda Dikepora Babel  Agus Hadi, dan peserta lainnya yang berasal dari masyarakat umum.(reza).

Sumber: 
Diskepora
Penulis: 
Reza Wahyudhi Thamrin
Fotografer: 
Diskepora
Bidang Informasi: 
DISKEPORA