SOSIALISASI PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA (DISKEPORA) PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Dunia dikejutkan dengan adanya pandemi yang menggemparkan Dunia, pandemi yang di sebabkan oleh virus corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19. Penyakit ini pertamkali ditemukan di Wuhan Negara China, kemudian penyakit ini menyebar ke Negara lain. Penyakit Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara dengan waktu yang berbeda, tergantung dengan sistem politik, kesiapan pelayanan kesehatan dan kondisi ekonomi. Perkembangan kasus Covid-19 di Dunia tercatat sebanyak kasus terkonfirmasi: 105 jt dan mengalami Kematian: 2,28 jt sedangkan Covid-19 yang tercatat di Indonesia sebanyak kasus terkonfirmasi: 1,12 jt, Sembuh: 917 rb serta Meninggal: 31,001.

Dengan banyaknya kasus yang terjadi maka tak heran kalu Covid-19 mengguncang peradaban manusia di dunia. Setiap negara mengalami kepanikan termasuk negara Indonesia sehingga beberapa tindakan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaranya. Karena sifat penyebaranya begitu cepat dan belum tau pasti proses penyebaranya maka salah satu tindakan yang dilakukan yaitu, negara melalui otoritasnya meminta rakyatnya untuk tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing) bahkan melakukan lockdown (karantina wilayah). Hal ini dilakukan untuk menghambat penyebaran virus corona. Bahkan apa yang telah dilakukan pemerintah bukan hanya sekadar himbauan tetapi peraturan dan larangan keras untuk melakukan aktivitas di luar Rumah.

Adanya pemberlakuan social distancing, dan physical distancing tentu membatasi ruang gerak dan mobilitas masyarakat bahkan adanya keputusan lockdown mengakibatkan masyarakat tidak dapat beraktivitas di luar rumah termasuk pelajar dan mahasiswa yang tidak lagi dapat menjalani perkuliahan di kampus mereka masing-masing. Bahkan mereka yang menjalani sekolah dan perkulihan diluar daerah tempat tinggalnya mereka sudah harus kembali ke rumah mereka di kampung halamannya sejak bulan Maret 2020 yang lalu.

Karena begitu mengkuwatirkan dampak dari penyebaran Covid-19 maka pemerintah melakukan strategi pencegahan virus corona. Strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yaitu melakukan Perlawanan: dengan menggunakan senjata mematikan Covid19 seperti Sabun dan Desinfektan, Pertahanan: Melindungi diri dengan cara Peningkatan Imunitas: Iman, Gizi, Vitamin, Olahraga, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Penghindaran: Menghindari risiko Tertular, Memutus rantai Transmisi yaitu dengan cara Jaga Hati, Jaga jarak aman (sosial dan Fisik), Hindari Kerumunan.

Pemerintah Indonesia sangat gencar menyusun rencana untuk menghadapi pandemi global ini salah satunya yaitu dengan menjaga protokol kesehatan. Ada tiga cara yang menjadi kunci pengendalian penularan COVID-19 yang dapat dilakukan masyarakat adalah menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun lebih dikenal dengan sebutan 3M. Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan perilaku ini dapat membantu untuk mencegah penularan virus Covid-19. Tangan yang merupakan anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan mulut dan hidung serta paling sering digunakan untuk melakukan aktivitas sehingga, resiko kotornya lebih tinggi. Kandungan sabun terbukti secara klinis mampu membunuh bakteri, virus, dan kuman penyakit. Mencuci tangan dengan sabun merupakan langkah dasar yang paling mudah dilakukan dan aman untuk melindungi diri dari virus. WHO juga menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun.

Kebiasaan ini sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu, untuk mengingat kembali menurut Depkes RI (2007), masyarakat harus mengetahui bagaimana mencuci tangan dengan air dan sabun dengan benar. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit, dan apabila digunakan maka kuman akan berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.

Manfaat mencuci tangan adalah untuk membersihkan tangan dari kuman penyakit; serta mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman dan virus.

Penyuluhan merupakan serangkaian kegiatan komunikasi dengan menggunakan media dalam memberikan bantuan terhadap pengembangan potensi, yaitu fisik, emosi, sosial, sikap dan pengetahuan semaksimal mungkin sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan serta memelihara kesehatan. Penyuluhan tentang mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir diberikan kepada seluruh pegawai Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (DISKEPORA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya perilaku mencuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada saat mewabahnya penyebaran virus Covid-19 seperti kondisi saat ini. Penyuluhan yang dilakukan selalu mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah. Setelah para penyuluh memberikan contoh cara mencuci tangan yang baik dan benar, para pegawai pun mengikuti instruksi secara perlahan, tahapan-tahapan cara mencuci tangan sesuai dengan anjuran WHO (World Health Organization).

ANALISIS SITUASIONAL

Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu perilaku yang dapat menghindari kita terinfeksi virus Covid-19. Kebiasaan pegawai DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa diubah tergantung kebijakan yang berlaku, sebaliknya Perilaku dan budaya pegawai juga dapat membuat kebijakan. Peran tenaga profesi kesehatan dalam kedaruratan kesmas menjadi central point. Masih ada pegawai DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Setiap individu dapat melindungi diri dari serangan virus Covid-19 dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan 3M. Salah satunya adalah dengan membiasakan diri membersihkan tangan dengan sabun. Budayakan untuk saling menjaga, saling melindungi, siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya adalah teman bekerja dan keluarga.

Hasil survey yang dilakukan kepada pegawai DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diketahui bahwa mayoritas pegawai masih belum mempunyai pemahaman yang baik mengenai pentingnya perilaku mencuci tangan dengan menggunakan sabun, cara yang benar mencuci tangan dan kapan saja diperlukan cuci tangan pakai sabun. Hasil survey yang di lakukan kepada 10 orang pegawai terdapat 3 orang pegawai yang mencuci tangan hanya dengan menggunakan air saja tanpa sabun. Sementara mengingat intensitas kontak antar pegawai sangat tinggi yang memungkinkan beresiko terhadap paparan virus covid-19. Hasil pengamatan kepada 4 orang pegawai yang telah melakukan aktivitas diluar kantor setibanya di ruangan tidak pernah langsung melakukan cuci tangan menggunakan sabun karena menganggap tidak begitu penting dan menganggap tanganya bersih. Sedangkan 3 orang pegawai lainya melakukan cuci tangan menggunakan sabun tetapi kadang-kadang, dikarenakan tidak terbiasa dan mereka mengatakan mencuci tangan menggunakan sabun sejak adanya pandemik covid-19 yang sedang mewabah negri ini.

Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan alasan esensial untuk menumbuhkan kesadaran agar mau dan mampu melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dan menyadarkan pegawai bahwa CPTS menjadi kebutuhan didalam hidupnya dan berbagai kepada keluarganya. Penyampaian sebuah edukasi, apabila dilakukan hanya sekedar memberikan ceramah saja tentunya hanya akan membentuk ingatan sementara saja. Namun bila kegiatan sosialisasi ini dilakukan bersamaan dengan penyampaian edukasi diharapkan agar ingatan peserta dapat bertahan lama. Kegiatan ini merupakan strategi partisipasi yang dapat melibatkan sasaran yaitu seluruh pegawai DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan praktek secara langsung 6 langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar di air yang mengalir yang di rekomendasikan oleh WHO.

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi perilaku CTPS dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sedang mewabah. Dalam pelaksanaanya dilakukan dengan metode:

  1. Ceramah, yaitu menjelaskan pengertian, cara dan pentingnya PHBS, serta menjelaskan pentingnya perilaku CTPS dilakukan ditengah pandemi wabah virus Covid 19, kegiatan ini menjelaskan juga tentang cara membuat sarana CTPS sederhana, serta pembiasaan perilaku CTPS pada waktu-waktu yang diperlukan.
  2. Demonstrasi, yaitu memberikan demonstrasi bagaimana cara-cara melakukan CTPS yang benar dan langkah-langkah cuci tangan yang tepat dengan 6 langkah cuci tangan.
  3. Tanya Jawab, yaitu menanyakan bagaimana pemahaman pegawai Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (DISKEPORA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang perilaku CTPS, dan juga memberikan kesempatan kepada mereka bilamana masih ada hal yang belum dipahami tentang sosialisasi perilaku CTPS tersebut.

HASIL KEGIATAN 

Adapun Hasil kegiatan yang sudah dilakukan adalah

Advokasi merupakan upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (Stakeholders). Dalam hal ini pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan ini pimpinan DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang umumnya berperan sebagai narasumber (opinion leader), atau penentu kebijakan (norma) atau penyandang dana memberikan izin dan ikun serta dalam kegiatan ini. Seluruh pegawai antusias mengikuti kegiatan ini hingga kegiatan berakhir. Saat dilakukan evaluasi kepada peserta semua peserta dapat melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar.

Gambar 1

Pelaksanaan Edukasi tentang PHBS dan CTPS kepada seluruh pegawai DISKESPORA.

Gambar 2

Mendemonstrasikan bagaimana cara-cara melakukan CTPS yang benar dan yang tepat dengan 6 langkah cuci tangan oleh petugas penyuluh.

 

 

 

 

Gambar 3

Penyuluh bersama pimpinan DISKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gambar 4

Seluruh pegawai mengikuti instruksi secara perlahan, tahapan-tahapan cara mencuci tangan sesuai dengan anjuran WHO.

 

 

 

 

 

 

                                                                        

 

                                                                        

                                                                                    DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ke -6, Tahun 2013 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Tanganku Bersih, hidupku sehat.

Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia. (2020). Panduan Praktik Pekerjaan Sosial dalam Situasi COVID-19; Khusus bagi Pekerja Sosial Indonesia. Jakarta.

Maulana Heri D.J.2009. Promosi Keseshatan, Buku Kedokteran EGC.Jakarta

Nazir, dkk, 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan Yogyakarta: Nuha Medika

Notoadmodjo, Soekidjo 2007. Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku PT Rineka Cipta   Jakarta

Notoadmodjo, Soekidjo 2010. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasinya. PT Rineka Cipta Jakarta

Penulis: 
NS. Nurwanto, S. Kep
Sumber: 
Diskepora Babel