Daun Kelapa Sawit Dijadikan Pakan Sapi , Kadiskepora Suharto Bilang Begini

Pangkalpinang - Mengenakan seragam dinas, tanpa menggunakan alas kaki, Suharto Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Babel tampak begitu bersemangat berjalan berkeliling kandang Sapi milik Anwar warga sungai Selan kabupaten Bangka Tengah Provinsi Babel.

Kadiskepora Suharto didampingi Kabid Kepemudaan diskepora Babel Ferdian Hermawan Loebis beberapa waktu yang lalu sempat berkunjung dan belajar bagaimana beternak sapi secara baik dan benar, melihat secara langsung proses Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) peternakan Sapi dengan memanfaatkan pelepah daun sawit sebagai pakan sapi dan kotoran sapi dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman kelapa sawit, di desa sungai Selan kabupaten Bangka tengah Provinsi Babel.

"Pengembangan Sapi dengan pola makan daun sawit itu sangat tepat sekali, karena satu ekor sapi hanya butuh dua pelepah daun sawit yang telah digiling dicampur dengan bungkil sawit", jelas Kadiskepora Suharto, Rabu (13/02/2019) di ruang kerjanya diskepora babel.

Daun pohon kelapa sawit digiling menggunakan mesin penggiling setelah halus daun hasil penggilingan sebanyak tiga ember itu kemudian dicampur dengan satu ember bungkil sawit dapat dijadikan sebagai pakan untuk satu ekor sapi, menurut Kadiskepora Suharto, dengan adanya sapi para petani kelapa sawit akan memiliki keuntungan lebih, seperti kotoran sapi yang dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman kelapa sawit.

Menurutnya, kotoran sapi selain dijadikan pupuk bisa untuk dijual, dari tiga puluh ekor sapi, kotorannya dijual bisa menghasilkan uang sekitar dua belas juta rupiah setiap bulan. kelapa sawit yang dipupuk dengan menggunakan kotoran sapi tidak akan pernah mengalami macet berbuah/ngetrek, jelasnya.

" kebijakan pak gubernur satu sapi di Pelihara di Lahan sawit, mungkin ini yg akan di kembangkan pak gubernur, bedanya ini sudah menggunakan mesin cacah, ini prospek sangat bagus kedepannya", ungkap kadiskepora Suharto.

Kadiskepora Suharto berharap agar kedepan peran pemuda Babel dapat lebih berinovasi dalam membuka peluang hidup, menurutnya, apalagi saat ini kebutuhan daging sapi di masyarakat babel masih tinggi dan didatangkan dari luar pulau babel, kedepan dengan beternak sapi dan berkebun sawit dapat dijadikan peluang prospek lebih baik, jelasnya.

" tanggal 19 Februari 2019 ini peternakan sapi di desa sungai Selan akan didatangi para peternak sapi dan petani dari 17 Provinsi se-Indonesia untuk belajar cara beternak sapi dan berkebun sawit" ujarnya.

Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits
Bidang Informasi: 
DISKEPORA