Generasi Muda Jangan Terjebak Kasus Narkoba, Kadispora Suharto Berikan Solusinya

PANGKALPINANG -- Jumlah generasi muda di Indonesia yang terjebak kasus narkoba cukup tinggi. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, pasalnya jika tidak ditangani secara benar dapat mengakibatkan rusaknya generasi penerus bangsa. Program Kapal Pemuda Nusantara jadi salah satu solusinya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suharto menyarankan agar generasi muda lebih kreatif dan berpikiran inovatif. Pemuda harus mampu mengembangkan dan mencari peluang. Jika ini dilakukan dapat menjauhkan pemuda dari kasus narkoba.

Sekitar 17 hari tiga orang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ikut bergabung dalam program Kapal Pemuda Nusantara. Sekarang tiga pemuda tersebut sudah kembali. Ketika mengikuti program itu, mereka dilibatkan dalam sejumlah kegiatan sosial.

"Saya sangat mengapresiasi perjuangan tiga pemuda Bangka Belitung ini," kata Kadispora Suharto didampingi Kepala Bidang Pemuda Ferdian saat menyambut kedatangan tiga pemuda Program Kapal Pemuda Nusantara, di ruang kerjanya, Senin (19/11/2018).

Tiga perwakilan Bangka Belitung dalam program Kapal Pemuda Nusantara yakni, Andrew, Saiful Anwar dan Wijayanti Eka Lestari. Mereka terpilih setelah melalui seleksi ketat. Perjalanan program ini dimulai dari Bangka Belitung menuju Surabaya, lalu ke Makasar dan Palu.

Kini, mereka kembali ke Bangka Belitung dengan membawa kesan berharga. Kadispora Suharto mengatakan, program kapal Pemuda Nusantara merupakan salah satu kegiatan digawangi Kemenpora RI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga se Indonesia. 

"Pengalaman baik selama di sana agar dapat diimplementasikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini salah satu bentuk kepedulian Dispora terhadap pemuda di Babel, karena pemuda adalah pelopor di era pembangunan," ungkap Kadispora Suharto.

Selama di Palu, pemuda Program Kapal Nusantara melakukan edukasi trauma healing. Ini merupakan bentuk edukasi terhadap trauma anak-anak korban bencana seperti trauma terhadap pantai dan mengajarkan untuk selalu siaga jika terjadi bencana.

Setelah ikut program tersebut, Kadispora Suharto menyarankan agar tiga pemuda ini bisa menggalakkan program reboisasi di Bangka Belitung. Pasalnya cukup banyak hamparan hutan rusak akibat penebangan liar dan kegiatan penambangan.

"Kalian sebagai pemuda harus berani mengajak masyarakat menanam pohon agar penyerapan air bagus. Sehingga sumber air bersih di Bangka Belitung terjaga. Kita ketahui pentingnya air bagi kehidupan," pesan Kadispora Suharto.

Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits