Gubernur Erzaldi Ingin Atlit PPLP Dapat Berprestasi, Kadiskepora Suharto Sampaikan Sentralilasi Atlit Solusinya

Pangkalpinang- Demi mewujudkan suatu kebanggaan dan prestasi di bidang olahraga, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meninjau langsung Sarana Dan Prasarana Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk Melihat fasilitas atlit PPLP dan SKO, ternyata jauh dibawah standart, jelas gubernur Erzaldi Rosman didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Suharto serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel M. Soleh saat mengunjungi serta melihat langsung Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Komplek Perkantoran Gubernur, kamis (03/12/2018)

"Maka kita harus mulai berbenah di bidang olahraga, berbenah agar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung punya kebanggaan dan bisa berprestasi dibidang olahraga" ungkap Gubernur Erzaldi.

"Rencananya, ke depan akan ada PPLPD dan akan ada penambahan cabang olahraga, adapun cabang olahraga tersebut antara lain, Karate, judo, senam, atletik, panjat tebing, tenis meja, renang, dan Panahan. nanti, saya mau agar PPLP dan SKO bisa digabung" jelas gubernur Erzaldi.

Ditambahkan gubernur, bahwa tahun ajaran baru para atlit pelajar harus sekolah di sini, panggil guru ke sini agar bisa mengajar di PPLP dan SKO, dan asrama harus ditambah, yang penting asrama putra dan putri harus dipisah, tegas gubernur Erzaldi.

Untuk tenaga pelatih, gubernur menginginkan harus ada pelatih nasional sebagai pelatih di PPLP dan SKO, selain pelatih olahraga gubernur juga mengharapkan agar PPLP dan SKO ada pelatih fisik.

"Jika ingin olahraga maju, maka Mindset kita harus sama, PPLP dan SKO harus digabung" tegas Gubernur Erzaldi.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Suharto menjelaskan, sebanyak 19 Atlit yang tinggal di asrama PPLP terdiri dari atlit tiga cabang olahraga, yaitu atlit Pencak silat, atlit Voli Pantai dan Atlit Atletik, sedangkan untuk Sekolah Kejuruan Olahraga ada 24 atlit.

Ditambahkan Kadiskepora Suharto, dengan sentralisasi atlit maka mudah berprestasi, menurut kadiskepora Suharto, tidak mungkin mendapatkan hasil yang bagus jika hanya latihan sendirian, pasti di sentralisasi kan, itu yang lebih baik, insyaallah pasti akan tercapai, jelasnya.

"Keinginan gubernur dengan adanya sentralilasi, sehingga bisa melahirkan atlit yang berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional", jelas Kadiskepora Suharto.

Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits