Libatkan Pemuda Dalam Pembangunan, Gubernur Erzaldi Bilang Begini

Pangkalpinang - Menurunnya peran serta dan kualitas kreatifitas pemuda dalam menunjang pembangunan, terutama pembangunan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa. menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi pemuda Indonesia saat ini.

"penurunan peran serta dan kreatifitas kualitas pemuda, yang akhirnya akan menghambat proses pembangunan bangsa dan negara, termasuk didalamnya kaderisasi kepemudaan", jelas gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, saat menyampaikan amanat pada upacara pengukuhan paskibraka Babel, Kamis (15/09/2019) malam, di gedung mahligai rumah dinas gubernur Babel.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, secara resmi melakukan pengukuhan 30 anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Babel, Kamis (15/08/2019) malam, Prosesi upacara pengukuhan di awali pengucapan ikrar dan penyematan Kendit. Prosesi pengukuhan berjalan lancar dan khidmat.

Ditambahkannya, Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang diharapkan dapat melanjutkan nilai- nilai luhur perjuangan bangsa dan negara sebagaimana yang telah di peroleh dan dikembangkan oleh generasi terdahulu, pungkasnya.

"Upaya unuuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas kreatifitas pemuda merupakan kewajiban bangsa dan negara, termasuk bangsa dan negara indonesia", tuturnya.

Dikatakan gubernur erzaldi, yang perlu diantisipasi di tengah berbagai perubahan terutama yang meliputi dunia kepemudaan, yakni, dengan mengikutsertakan setiap unsur kepemudaan dalam sektor pembangunan. sehingga terwujudnya nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa dan negara indonesia.

Gubernur Erzaldi, berharap agar anggota paskibraka Babel 2019, untuk dapat saling mengingatkan, bahu membahu dalam mengembangkan diri untuk membuka wawasan pengetahuan, selain itu, agar anggota paskibraka untuk saling asah, asih dan asuh dalam melaksanakan kegiataan paskibraka.

"anggota paskibraka akan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa Indonesia yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan UUD 1945 dan pancasila", pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas kepemudaan dan olahraga babel, Suharto, mengatakan, bahwa pengukuhan mengandung makna, yaitu bahwa paskibraka berjiwa ksatria, satunya perkataan dan perbuataan, selain itu, bertanggung jawab serta rela berkorban demi ibu Pertiwi.

"adik-adik paskibraka harus lebih mengenal jati diri sebagai penerus bangsa dan dituntut untuk bersikap, berprilaku sesuai dengan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari", pungkas, kadiskepora Suharto.

Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits
Bidang Informasi: 
DISKEPORA