Program Diskepora, Kepala Bappeda Babel Feri Insani Bilang Begini

SUNGAILIAT - Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani, berharap, setiap program kerja dinas kepemudaan dan olahraga harus mengacu pada peraturan Menteri dalam negeri republik Indonesia (Permendagri) no 90 tahun 2019.

"Programnya masuk dalam Permendagri no 90, jadi nggak usah nambah-nambah dan kurang, nambah jangan kurang boleh", tegasnya, selasa (18/02/2020) saat menjadi narasumber di forum rencana kerja (Renja) Perangkat daerah (PD) Diskepora se-Bangka Belitung tahun 2021, di Novilla boutique resort, Sungailiat kabupaten bangka.

Dikatakannya, kegiataannya apa, bentuknya apa dan uangnya berapa, itu yang tersusun dalam RKPD, menurutnya, jika berbicara skala lebih luas dimanakah posisi Diskepora, intervensi di bidang kesehatan.

"Jadi, ada posisi Diskepora itu yang ikut menunjang soal kesehatan dari segi preventif. Jadi Diskepora itu tidak ada bicara soal orang sakit, klo strategi mungkin ia, karena strategi pola hidup sehat", pungkasnya.

Ia menambahkan, mestinya ada visi yang berkaitan dengan kualitas sumberdaya manusia, seperti ada preventif untuk mencegah penyakit, itulah Diskepora.

"Jadi, kepada kawan-kawan, Buatlah RKPD 2021 sebaik mungkin, jangan mengada ngada program itu, cobalah mengendos program yang betul-betul untuk masyarakat", katanya.

Dikatakannya, terkait sarana dan prasarana fisik olahraga, rencananya, Pemprov Babel akan membangun stadion yang terintergrasi dengan hotel, mall dan perkantoran, dengan anggaran yang sangat besar, sekitar kurang lebih satu triliun. rencananya pembangunan nya di seputaran kawasan sport center GOR Sahabuddin Pangkalpinang.

Ia mencontohkan, di beberapa tempat diluar negeri sarana dan prasarana olahraga menjadi penting dengan alokasi olahraga sangat besar.

"Persoalannya anggaran kita itu sangat terbatas, jadi klo kita anggarkan olahraga itu kadang-kadang saya agak bersedih juga. yang penting itu bagaimana kita mengendos mengdrive olahraga masyarakat", sarannya.

Menurutnya, yang menjadi persoalannya, Diskepora itu anggarannya tergerus dan dianggap tidak penting, yang dianggap penting itu soal infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

" Jadi, pandai-pandai lah membuat program dan program itu untuk masyarakat. Jadi, program olahraga jangan semata-mata dari kita, bisa minta sponsorship seperti ke PT. Timah, dll", sarannya.

Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits
Bidang Informasi: 
DISKEPORA